Abstrak
Nyeri pinggang merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang umum dialami masyarakat. Salah satu pendekatan pengobatan komplementer yang digunakan adalah akupuntur dan moksibusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi akupuntur dan moksa pada penderita nyeri pinggang dengan sindrom defisiensi yin ginjal. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan rancangan pre-post test pada satu kelompok. Sebanyak 12 responden diberikan terapi akupuntur pada titik Shen Shu (BL 23), Qi Hai Shu (BL 24), Da Chang Shu (BL 25), Yao Yang Guan (DU 3), Guan Yuan Shu (BL 26), dan Wei Zhong (BL 40), dikombinasikan dengan terapi moksa selama 10 sesi dalam 5 minggu. Hasil analisis menunjukkan penurunan signifikan pada derajat nyeri dari rata-rata 9,08 menjadi 2,50 setelah intervensi, dengan uji Paired T-Test menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: terapi akupuntur dan moksa efektif menurunkan nyeri pinggang dengan pendekatan penguatan ginjal, penyeimbangan qi, dan peredaan nyeri.
Referensi
Abdulah I. Pengaruh Akupunktur Jin’s 3 Needle dalam menurunkan intensitas nyeri penderita
nyeri punggung bawah di Balai Kesehatan Tradisional Sehat Harmoni Indonesia Malang. Journal
of Islamic Medicine. 2021;5(1):1–6.
Andini F. Risk factors of low back pain in workers. J Majority. 2015;4(1):23–8.
Cahya SA, Dewi RA, Suhartono. Low back pain. Journal of Pain, Headache and Vertigo.
;2(1):13–17.
Chang H, Zhang Q, Huang H. Moxibustion in early Chinese medicine and its relation to the origin
of meridians: A study on the unearthed literatures. Evid Based Complement Alternat Med.
;2017:8242136.
Claudia C. Manajemen nyeri pada low back pain. Denpasar: Fakultas Kedokteran Universitas
Udayana; 2016.
Dyah AR, Fauziah A, Mufida R. Terapi nyeri punggung bawah dengan pijat Swedish, akupresur
dan herbal kunyit. Journal of Vocational Health Studies. 2020;4(1):29–34.
Winahyu FE. Terapi akupunktur sebagai salah satu perawatan komplementer yang cukup efektif
dalam perawatan low back pain. 2022.
Winata DS. Diagnosis dan penatalaksanaan nyeri punggung bawah dari sudut pandang okupasi.
Jurnal Kedokteran Meditek. 2014;20(54):10–5.
Yatmihatun S. Pengaruh kombinasi itik lokal dan YNSA terhadap penurunan derajat nyeri pada
pasien nyeri pinggang. Jurnal Keterapian Fisik. 2019;4(2):59–118.
Nugraheni IA, Rizqoh N, Sundari S. Manifestasi klinis dan klasifikasi dengue: Panduan diagnosis
dan tata laksana. Jurnal Diagnostik. 2023;10(1):1–9.
Akbar R, Syaputra W. Patofisiologi DBD dan komplikasi klinis. Jurnal Kedokteran Tropis.
;7(2):110–7.
Sumarni T, Azis T, Lubis N. Vektor DBD dan pencegahan berbasis lingkungan. Jurnal
Epidemiologi Kesehatan. 2019;5(1):45–53.
Periatama P, Yusnita A, Fauziah I. Epidemiologi DBD pada anak di Indonesia. Jurnal Kesehatan
Anak. 2022;3(2):88–96.
Nasjum A. Penyakit demam berdarah di Indonesia: Tinjauan historis dan kebijakan. Jurnal
Kebijakan Kesehatan. 2020;6(3):190–5.
Mariana N, Mayasari R. Demam berdarah sebagai penyakit tropis: Tantangan global dan lokal.
Jurnal Penyakit Tropis. 2022;8(2):70–8.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Rosmelia Andriyani, Muhamad Zainuddin, Forman Novrindo Sidjabat, Maria Magdalena Riyaniarti Estri Wulandari
