Pengaruh Penggunaan Terapi Elektroakupuntur Pada Titik Jian Yu, Jian Jing, Jian Qian, Tian Zong Dan Binao Terhadap Pasien Frozen Shouder
PDF

Kata Kunci

frozen shoulder
acupuncture
electroacupunture
cold damp wind

Cara Mengutip

Cahyaningrum, D. A. F., Zainuddin, M., Sidjabat, F. N., & Wulandari, M. M. R. E. (2026). Pengaruh Penggunaan Terapi Elektroakupuntur Pada Titik Jian Yu, Jian Jing, Jian Qian, Tian Zong Dan Binao Terhadap Pasien Frozen Shouder : Effect Of Using Electroacuputure Therapy In Jian Yu, Jian Jing, Jian Qian, Tian Zong And Binao Poin On Frozen Shoulder Patients. Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan Dan Pelayanan Kesehatan, 4(2), 1-9. Diambil dari https://jurnal.bhakta.ac.id/index.php/jenggala/article/view/295

Abstrak

Frozen Shoulder adalah peradangan sendi bahu kronis non-spesific, di tandai terbatasnya rentan gerak dan sakit yang timbul bisa berkembang perlahan. Frozen shoulder lebih banyak wanita berusia 40- 60 th. Penyebab penyakit identik dengan serangan AC dan kipas angin. Dalam ilmu TCM, Frozen shoulder disebabkan pertahanan qi, xue atau darah yang lemah, yang menyebabkan patoghen luar masuk kedalam tubuh, dan timbulah radang sendi. Akupuntur adalah terapi pereda nyeri, yang memiliki strimulasi secara elektrik dinamakan elektroakupuntur. Tujuan: mengetahui frekuensi nyeri sebelum dan sesudah terapi akupuntur maupun elektroakupuntur. Methode: penelitian kuantitatif, metode pre-pos test group menggunakan quasi experiment. dilakukan selama 1 bulan, satu minggu 2 kali terapi. Hasil: nyeri sebelum dan setelah. terapi akupuntur maupun elektroakupuntur, uji paried t-test memiliki nilai signifikan p = 0,000 , (p) < 0,05 yang mengartikan ada perbedaan sebelum dan setelah terapi. Kesimpulan: terdapat penurunan itensitas nyeri sebelum dan setelah terapi, adanya perbaikan tanda gejala di setiap minggunya. frozen shoulder, akupuntur, elektroakupuntur, angin dingin lembab.

PDF
Creative Commons License

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Hak Cipta (c) 2026 Dyah Asih Fatikha Cahyaningrum, Muhamad Zainuddin, Forman Novrindo Sidjabat, Maria Magdalena Riyaniarti Estri Wulandari