Studi Ergonomi Terhadap Tingkat Pencahayaan, Suhu, dan Kelembapan Lingkungan Kerja di PR. Alaina
PDF (Bahasa Indonesia)

Keywords

lingkungan kerja
pencahayaan
suhu dan kelembaban

How to Cite

Wijayati, E. W., & Nurfitria, A. (2026). Studi Ergonomi Terhadap Tingkat Pencahayaan, Suhu, dan Kelembapan Lingkungan Kerja di PR. Alaina. Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan Dan Pelayanan Kesehatan, 4(2), 49-55. Retrieved from https://jurnal.bhakta.ac.id/index.php/jenggala/article/view/349

Abstract

Lingkungan kerja fisik, terutama di pabrik, memegang peran penting dalam menentukan tingkat kenyamanan, keselamatan, dan pada akhirnya, produktivitas pekerja. Salah satu aspek penting dalam ergonomi adalah menciptakan kondisi lingkungan fisik yang optimal. Pencahayaan ruang kerja tidak cukup memadai, dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi pekerja. Selain itu, suhu dan kelembapan terlalu tinggi dapat menyebabkan kualitas udara di dalam ruangan akan menurun. Meskipun terdapat standar dan regulasi terkait lingkungan kerja, namun implementasi dan evaluasi dari ketiga faktor lingkungan fisik meliputi pencahayaan, suhu, dan kelembapan secara berkala masih perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif, di mana peneliti melakukan pengamatan, pengukuran, dan pencatatan terhadap fenomena yang terjadi pada variabel yang diteliti. Data diperoleh dengan melakukan pengukuran terhadap intensitas pencahayaan setempat yang dilakukan pada meja kerja sebanyak 133 titik, sedangkan pengukuran suhu dan kelembapan dilakukan pada 6 titik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan di ruang pelintingan PR. Alaina tidak memenuhi standar karena intensitas pencahayaan hasil pengukuran berada dibawah standar dengan pencahayaan paling rendah sebesar 108 lux dan paling tinggi hanya sebesar 342 lux. Hasil pengukuran tersebut masih jauh dibawah standar SNI 03-6197-2000. Sedangkan hasil pengukuran suhu dan kelembapan ruang pelintingan PR. Alaina termasuk dalam kategori tinggi dan tidak sesuai standar karena melebihi nilai ambang batas (NAB) yang direkomendasikan yaitu 23 – 26 °C. Suhu terendah sebesar 27,1 °C dan suhu paling tinggi sebesar 30,0 °C. Sedangkan kelembapan di ruang pelintingan menunjukkan hasil melebihi NAB yang direkomendasikan yaitu sebesar 40 – 60 %. Hasil pengukuran kelembapan paling rendah 70,8% dan kelembapan paling tinggi 76,5%. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap pencahayaan, suhu dan kelembapan tersebut belum memenuhi kriteria ergonomis untuk aspek fisik lingkungan kerja.

PDF (Bahasa Indonesia)

References

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 5 (2018). Tentang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.

SNI. (2000). Metoda Pengukuran Intensitas Pencahayaan di Tempat Kerja.

Putra, B. G. A., & Madyono, G. (2017). Analisis Intensitas Cahaya Pada Area Produksi Terhadap Keselamatan Dan Kenyamanan Kerja Sesuai Dengan Standar Pencahayaaan (Studi Kasus Di PT. Lendis Cipta Media Jaya). Jurnal OPSI : Optimasi Sistem Indurstri, 10(2), 115–124.

Indik Syahrabanu, R. P. (2023). Jurnal Dunia Pendidikan, 3(November), 67–78.

Asa, F. N., Yunianto, B. (2024). Dehumidifikasi Udara Tertutup Online : 12(1), 19–24.

Septiadi, K. V. P., Suwoyo, S., & Retnaningtyas, E. (2024, October). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi Pabrik Rokok Margantara Jaya Tulungagung. In Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, Sains dan Pembelajaran (Vol. 4, No. 1, pp. 563-566).

Nabilah, A., Luthfiya, A., Nitit, P. P., & Amaliyah, A. (2025). Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik terhadap Produktivitas Karyawan Pada Perusahaan Di Jawa Timur. Journal of Exploratory Dynamic Problems, 2(2), 34-55.

Helfayet, M. J., & Lestari, D. (2024). Pengaruh Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Nippo Mechatronics Indonesia. Cakrawala: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis, 1(4), 1399-1408.

Tasyania, M. P., Fariza, R., & Sari, D. K. (2022). Analisis Lingkungan Kerja Fisik: Suhu dan Kebisingan terhadap Produktivitas pada Ruang Mesin 2 PT ABC. Jurnal Teknik Industri, 12(2), 111-116.

Saputra, M. W., & Rahmawati, N. (2025). Analisis Pengaruh Suhu dan Kebisingan terhadap Produktivitas Kerja pada Produksi Pipa Baja Menggunakan Metode LTM5. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(1), 159–168.

Purnowo, D., Setiawan, A., & Yusmaniar, Y. (2024). Pengaruh Faktor Suhu dan Kelembapan pada Lingkungan Kerja terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Mikroba. JRSKT - Jurnal Riset Sains Dan Kimia Terapan 9(2), 45–54.

Wijayati, E. W., & Marianingsih, M. (2024). Keselamatan Kerja dan Keamanan Dokumen Berdasarkan Aspek Fisik Lingkungan Kerja di Ruang Filing Rumah Sakit. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 142-145.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Copyright (c) 2026 Ekawati Wasis Wijayati, Azalia Nurfitria