Abstract
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh Wanita Usia Subur (WUS) dan dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup, menurunnya produktivitas, serta meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur terhadap kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Campurejo, Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 210 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia 36–49 tahun (70,5%), berpendidikan terakhir SMA (63,3%), dan mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga (62,4%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada dalam kategori cukup (58,1%), sedangkan sikap terhadap pencegahan anemia tergolong baik (60%). Meskipun demikian, masih ditemukan 31% responden yang memiliki riwayat anemia dan 30,5% mengalami gejala anemia. Kesimpulan menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan dan sikap responden terhadap anemia sudah tergolong baik, namun masih diperlukan intervensi edukatif dan promotif yang berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata dalam pencegahan anemia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan program kesehatan di tingkat puskesmas untuk menurunkan angka kejadian anemia pada WUS.
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh Wanita Usia Subur (WUS) dan dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup, menurunnya produktivitas, serta meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur terhadap kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Campurejo, Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 210 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia 36–49 tahun (70,5%), berpendidikan terakhir SMA (63,3%), dan mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga (62,4%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada dalam kategori cukup (58,1%), sedangkan sikap terhadap pencegahan anemia tergolong baik (60%). Meskipun demikian, masih ditemukan 31% responden yang memiliki riwayat anemia dan 30,5% mengalami gejala anemia. Kesimpulan menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan dan sikap responden terhadap anemia sudah tergolong baik, namun masih diperlukan intervensi edukatif dan promotif yang berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata dalam pencegahan anemia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan program kesehatan di tingkat puskesmas untuk menurunkan angka kejadian anemia pada WUS.
References
Ba'ka, L., Assa, I., Asriati, Y., Bouway, D. Y., Tuturop, K. L., & Adimuntja, N. P. (2023). Pengetahuan Dan Sikap Wanita Usia Subur Pada Penyakit Anemia Di Kampung Yoka.
Kusnadi, F. N. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. Jurnal Medika Hutama, 3(1), 1293-1298.
Us, A., & Safitri, R. (2023). Anemia Defisiensi Zat Besi pada Wanita Usia Subur. Jakarta: Penerbit Medik
World Health Organization. (2025). Global Anaemia Prevalence: Latest Statistics and Impacts.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta: Balitbangkes.
Priyanto, L. D. (2018). The relationship of age, educational background, and physical activity on female students with anemia. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(2), 139-146.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta.
Arisman. (2012). Gizi Dalam Daur Kehidupan. EGC.
Hastuti, R. T., Ratnaningsih, A., & Martini, M. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Gandekan Surakarta.
Ahdiah, A., Heriyani, F., & Istiana, I. (2020). Hubungan Pengetahuan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA PGRI 4 Banjarmasin. Homeostasis, 1(1), 9-14.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright (c) 2026 Akhmadi Abbas, Krisnita Dwi Jayanti, Afina Putri Utomo, Evita Anistasya Harliana, Jhon Sub
