Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah kasus abortus di Provinsi Nusa Tenggara Barat selama periode tahun 2019–2022. Abortus merupakan salah satu isu kesehatan reproduksi yang masih menjadi perhatian serius karena berdampak tidak hanya pada kondisi fisik perempuan, tetapi juga pada aspek psikologis, sosial, dan kesejahteraan jangka panjang. Tingginya angka abortus dapat mencerminkan adanya permasalahan dalam akses layanan kesehatan, pemahaman kesehatan reproduksi, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari sumber resmi, yaitu Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan data rumah sakit rujukan yang menangani kasus abortus. Penelitian ini menggunakan metode analisis data statistik deskriptif untuk menggambarkan jumlah dan tren kasus abortus selama empat tahun terakhir, sehingga dapat diketahui pola peningkatan atau penurunan kasus dari waktu ke waktu. Analisis dilakukan dengan membandingkan jumlah kasus abortus per tahun untuk melihat dinamika yang terjadi selama periode penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi jumlah kasus abortus yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi, tingkat pendidikan seksual, kondisi ekonomi, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin. Selain itu, perubahan kebijakan dan situasi sosial juga diduga berkontribusi terhadap fluktuasi angka abortus. Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan publik di bidang kesehatan reproduksi, khususnya dalam upaya menekan angka abortus dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi perempuan. Hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat program edukasi, penyuluhan, dan pendampingan bagi perempuan usia reproduksi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Referensi
Anggi AS, Hasbia H, Afrika E. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI WILAYAH KERJA PKM BURNAI MULYA. PREPOTIF [Internet]. 2023 June.1 [cited 2023 Oct.29];6(1):674-80. Available from: http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/prepotif/article/view/3119
NTB, D. K. P. (2023). PORTAL NTB SATU DATA. https://data.ntbprov.go.id/
Dinas Kesehatan NTB. 2019 . Profil Kesehatan Provinsi NTB. NTB
Yuniar, D., & Pertami, S. B. (n.d.). Menurut data World Health Organization. 33–39.
Susiana, S. (2016). Aborsi dan Hak Kesehatan Reproduksi Perempuan. Info Singkat Kesejahteraan Sosial, VIII(06), 9–12.
Azzahra, C. T., Andriahta, Z., & Enis, R. N. (2020). Gambaran Kejadian Abortus di RSUD Raden Mattaher Jambi. Journal Of Medical Studies, 2(2), 1–9. https://online-journal.unja.ac.id/joms/article/view/23248
Kuntari, T., Wilopo, S. A., & Emilia, O. (2010). Determinan Abortus di Indonesia. Kesmas: National Public Health Journal, 4(5), 223. https://doi.org/10.21109/kesmas.v4i5.173
GAMBARAN KEJADIAN ABORTUS BERDASARKAN FAKTOR RISIKO DI RSUD CIBINONG KABUPATEN BOGOR,” Old Repository Polkesban, accessed October 30, 2023, https://repository.poltekkesbdg.info/items/show/1569.
Hidayat, A. D., Nurhadi, N., & Ardila, N. M. I. (2025). Akurasi Kode Diagnosis Premature rupture of membrane (PRM) di Rumah Sakit Ibu dan Anak Tipe C Kota X: Accuracy of Premature rupture of membrane (PRM) Diagnosis Codes in a Type C Maternal and Child Hospital in X City. Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan Dan Pelayanan Kesehatan, 4(1), 77-82. Diambil dari https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/294
C.E. 2013. Fenomena kehamilan usia remaja meningkat. Media Indonesia, 23 Mei 2013. Diakses dari http://www.mediaindonesia.com pada 10 November 2014.
Fatoni, Z., Astuti, Y., Situmorang, A., NFN, W., & Purwaningsih, S. S. (2015). Implementasi Kebijakan Kesehatan Reproduksi Di Indonesia: Sebelum Dan Sesudah Reformasi. Jurnal Kependudukan Indonesia, 10(1), 65. https://doi.org/10.14203/jki.v10i1.56

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Rengga Bagas Abhiseka, Deni Luvi Jayanto, Andra Dwitama Hidayat, Ni'matu Zuliana
